Minggu, 01 September 2013

Oleh: Ibnu Dahwan*)
Ketika penulis masih relative usia muda, pernah membaca salah satu buku Bung Karno (penulis lupa mungkin Di bawah Bendera Revolusi) yang kata-katanya sampai saat ini masih ingat betul ”Masa depan adalah milik kalian para pemuda.” Ketika kita masih muda memang rasanya apapun bisa kita lakukan. Semangat yang tinggi, ingin mengetahui berbagai hal, berani mengambil resiko, pokoknya dengan kemudaan rasanya dunia memang sepertinya sangat menantang.
Tapi ketika pertama kali kita ditunjuk menjadi Pimpinan suatu kantor atau organisasi, seringkali kita kebingungan, apa yang harus saya lakukan, bagaimana cara melakukannya, dan timbul banyak pertanyaan lain yang menggumpal dibenak kita. Sepertinya kita tidak pernah siap ketika ditunjuk menjadi Pimpinan, meskipun sebenarnya ilmu manajemen dan ilmu-ilmu lainnya mungkin sedikit banyak kita pernah dapatkan, tapi tetap saja kita belum pernah merasa siap benar.
Sebenarnya hal tersebut sangat wajar dan manusiawi, karena meskipun secara teoritis kita mendapatkan ilmu-ilmu di bangku kuliah, namun jarang sekali kita mendapatkannya dalam bentuk praktek, terutama biasanya dalam memenej sumber daya manusia. Kalau hal itu terjadi Anda jangan merasa kecil hati, karena mungkin hampir semua orang mengalami hal yang sama ketika pertama kali ditunjuk untuk memimpin suatu kantor. Sebagai kata penghibur, memang tidak ada sekolah kepala kantor.
Mau jadi Pemimpin seperti apa sih kita ? Sebenarnya banyak gaya-gaya kepemimpinan yang dapat kita lakukan. Anda mungkin lebih memilih menjadi Seorang Otoriter atau Demokratis, Anda juga mungkin dapat menjadi Seorang seorang Pimpinan Yang Berorientasi kepada Tugas atau Pimpinan Yang berorientasi kepada Karyawan ( Rensist Likert ) atau Anda juga bisa menggunakan alternatif gaya yang dikemukakan dalam Managerial grid nya Blake dan Mouton, atau bahkan menjadi type pemimpin seperti dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara. Apapun type gaya kepemimpinan yang Anda pilih, penulis yakin tujuan utamanya menjadi Pemimpin yang berhasil.
Keberhasilan memimpin suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan kita dalam memenej sumber daya manusia, karena manusia adalah aset yang sangat berharga dalam setiap organisasi. Setinggi apapun teknologi, sebesar apapun jumlah modal yang ada, dsb, sangat ditentukan oleh kemampuan Sumber Daya Manusia sebagai pengelolanya (The man behind the guns). Mungkin kiat-kiat bagaimana mengelola Sumber Daya Manusia yang penulis kutip dari seri Manajemen (The Portable MBA) yang dikarang Allan R Cohen ini dapat dijadikan salah satu referensi ketika Anda pertama kali ditunjuk menjadi seorang Pimpinan;
1. Cara terbaik bagi seorang manajer untuk memahami perilaku seorang karyawan adalah memandang perilaku tersebut dari sudut pandang karyawan yang bersangkutan.
2. Perilaku seorang karyawan dihasilkan dari kombinasi sejumlah faktor, termasuk yang dibawa karyawan tersebut ke dalam situasi, dan apa yang disyaratkan situasi tersebut dari karyawan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi situasi termasuk keadaan,teknologi, sistem imbal jasa dan budaya organisasi.
4. Salah satu tugas seorang manajer adalah memahami perbedaan antar pribadi, termasuk perbedaan antar budaya, menemukan cara-cara untuk menciptakan kesesuaian antar pribadi yang tepat; dan membantu para karyawan untuk belajar bagaimana menjembatani antar perbedaan.
5. Semua karyawan dapat terkena stress pada suatu saat, salah satu tugas manajer adalah memahami baik sumber maupun gejala stress tersebut, dan membantu mencari jalan keluar untuk mencegah kemunduran kinerja karyawan tersebut.
6. Manusia memiliki diri yang berbeda dalam situasi yang berbeda, tergantung kepada peran yang harus dimainkan.
7. Para karyawan menanggapi setiap perubahan secara berbeda, bahkan ketika perubahan itu untuk meningkatkan produktivitas mereka. Ada yang menolak, setengah menerima atau menerimanya secara penuh.
8. Para karyawan yang paling berharga kadang terdapat pada mereka yang sulit untuk dikelola.
9. Setiap karyawan sangat dipengaruhi standar nilai, keyakinan , dan etika dalam perilakunya.

Dengan memahami hal-hal tersebut mudah-mudahan dapat memberi sedikit gambaran bagaimana Anda seorang pemimpin muda dapat mengelola sumber daya manusia di tempat Anda bekerja secara efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar