Tips For Young Leaders
Oleh: Ibnu Dahwan*)
Ketika
penulis masih relative usia muda, pernah membaca salah satu buku Bung
Karno (penulis lupa mungkin Di bawah Bendera Revolusi) yang kata-katanya
sampai saat ini masih ingat betul ”Masa depan adalah milik kalian para
pemuda.” Ketika
kita masih muda memang rasanya apapun bisa kita lakukan. Semangat yang
tinggi, ingin mengetahui berbagai hal, berani mengambil resiko, pokoknya
dengan kemudaan rasanya dunia memang sepertinya sangat menantang.
Tapi
ketika pertama kali kita ditunjuk menjadi Pimpinan suatu kantor atau
organisasi, seringkali kita kebingungan, apa yang harus saya lakukan,
bagaimana cara melakukannya, dan timbul banyak pertanyaan lain yang
menggumpal dibenak kita. Sepertinya kita tidak pernah siap ketika
ditunjuk menjadi Pimpinan, meskipun sebenarnya ilmu manajemen dan ilmu-ilmu lainnya mungkin sedikit banyak kita pernah dapatkan, tapi tetap saja kita belum pernah merasa siap benar.
Sebenarnya
hal tersebut sangat wajar dan manusiawi, karena meskipun secara
teoritis kita mendapatkan ilmu-ilmu di bangku kuliah, namun jarang
sekali kita mendapatkannya dalam bentuk praktek, terutama biasanya dalam
memenej sumber daya manusia. Kalau hal itu terjadi Anda
jangan merasa kecil hati, karena mungkin hampir semua orang mengalami
hal yang sama ketika pertama kali ditunjuk untuk memimpin suatu kantor. Sebagai kata penghibur, memang tidak ada sekolah kepala kantor.
Mau
jadi Pemimpin seperti apa sih kita ? Sebenarnya banyak gaya-gaya
kepemimpinan yang dapat kita lakukan. Anda mungkin lebih memilih menjadi
Seorang Otoriter atau Demokratis, Anda juga
mungkin dapat menjadi Seorang seorang Pimpinan Yang Berorientasi kepada
Tugas atau Pimpinan Yang berorientasi kepada Karyawan ( Rensist Likert ) atau Anda juga bisa menggunakan alternatif gaya yang dikemukakan dalam Managerial grid nya Blake dan Mouton,
atau bahkan menjadi type pemimpin seperti dikatakan oleh Ki Hajar
Dewantara. Apapun type gaya kepemimpinan yang Anda pilih, penulis yakin
tujuan utamanya menjadi Pemimpin yang berhasil.
Keberhasilan
memimpin suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan kita dalam
memenej sumber daya manusia, karena manusia adalah aset yang sangat
berharga dalam setiap organisasi. Setinggi apapun teknologi, sebesar
apapun jumlah modal yang ada, dsb, sangat ditentukan oleh kemampuan
Sumber Daya Manusia sebagai pengelolanya (The man behind the guns).
Mungkin kiat-kiat bagaimana mengelola Sumber Daya Manusia yang penulis
kutip dari seri Manajemen (The Portable MBA) yang dikarang Allan R Cohen
ini dapat dijadikan salah satu referensi ketika Anda pertama kali
ditunjuk menjadi seorang Pimpinan;
1. Cara
terbaik bagi seorang manajer untuk memahami perilaku seorang karyawan
adalah memandang perilaku tersebut dari sudut pandang karyawan yang
bersangkutan.
2. Perilaku
seorang karyawan dihasilkan dari kombinasi sejumlah faktor, termasuk
yang dibawa karyawan tersebut ke dalam situasi, dan apa yang disyaratkan
situasi tersebut dari karyawan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi situasi termasuk keadaan,teknologi, sistem imbal jasa dan budaya organisasi.
4. Salah satu tugas seorang manajer adalah memahami perbedaan antar pribadi, termasuk perbedaan antar budaya, menemukan cara-cara untuk menciptakan kesesuaian antar pribadi yang tepat; dan membantu para karyawan untuk belajar bagaimana menjembatani antar perbedaan.
5. Semua karyawan dapat terkena stress pada suatu saat, salah satu tugas manajer adalah memahami baik sumber maupun gejala stress tersebut, dan membantu mencari jalan keluar untuk mencegah kemunduran kinerja karyawan tersebut.
6. Manusia memiliki diri yang berbeda dalam situasi yang berbeda, tergantung kepada peran yang harus dimainkan.
7. Para
karyawan menanggapi setiap perubahan secara berbeda, bahkan ketika
perubahan itu untuk meningkatkan produktivitas mereka. Ada yang menolak,
setengah menerima atau menerimanya secara penuh.
8. Para karyawan yang paling berharga kadang terdapat pada mereka yang sulit untuk dikelola.
9. Setiap karyawan sangat dipengaruhi standar nilai, keyakinan , dan etika dalam perilakunya.
